Senin, 10 Maret 2014

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


PENGERTIAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Artikel yang saya ingin bahas ini tentang Analisis Laporan Keuangan. Analisis Laporan Keuangan menurut saya pembahasan yang sangat penting dalam bidang manajemen keuangan. Menganalisis laporan keuangan berarti kita menilai kinerja perusahaan, baik secara internal perusahaan maupun dibandingkan dengan industrinya. Laporan ini biasanya disajikan kepada pimpinan puncak suatu usaha sebagai acuan untuk mengambil suatu kebijakan perusahaan.Analisis Laporan Keuangan menurut para ahli:
1. Menganalisis laporan keuangan, berarti melakukan suatu proses untuk membedah   laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya, menelaah masing-masing unsur tersebut,  dan menelaah hubungan antara unsur-unsur tersebut dengan tujuan untuk  memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan  tersebut (Dwi Prastowo, 2002:52).
2. Dalam Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Laporan Keuangan adalah :“Laporan  yang menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang  diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya”.  (IAI, 2002 : par 47)
Laporan keuangan melaporkan hasil kegiatan ekonomi/bisnis/usaha manajemen yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan lengkap yang terdiri dari:
l Laporan Laba/Rugi
l Laporan Perubahan Neraca
l Laporan Neraca
l Laporan Arus Kas
Dalam menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan perusahaan , faktor yang paling utama untuk mendapat perhatian oleh penganalisa adalah : 
1. Profitabilitas adalah perseroan untuk menghasilkan keuntungan dan pertumbuhan untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari Laporan Laba Rugi (Income Statement)
2. Solvabilitas adalah kemampuan perseroan untuk memenuhi semua kewajibannya, dengan cara membuat perbandingan seluruh kewajiban terhadap seluruh aktiva dan perbandingan seluruh kewajiban terhadap ekuitas.
3. Likuiditas adalah kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban lancarnya yang diukur dengan menggunakan perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar.
4. Stabilitas adalah kemampuan perseroan dalam mempertahankan usahanya dalam jangka waktu panjang tanpa menderita kerugian. Untuk menilai stabilitas perseroan digunakan Laporan Laba Rugi dan Neraca Keuangan (Balance Sheet)

RASIO-RASIO KEUANGAN
Analisis laporan keuangan mencakup perbandingan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, evaluasi kecenderungan posisi keuangan perusahaan sepanjang waktu. Banyak teknik yang dapat digunakan untuk menganalisa laporan keuangan, namun pembahasan ini dibatasi hanya pada analisa rasio-rasio keuangan.
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya dengan  kewajiban lancar. Posisi likuiditas perusahaan akan sangat berhubungan dengan  kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya.
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
b. Rasio Cepat (Acid Test)
2. Rasio Pengelelolaan Aktiva 
Rasio pengelolaan aktiva ini mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola  aktivanya. Rasio ini juga untuk melihat kewajaran nilai aktiva pada neraca, sehingga  nilai aktiva yang disajikan tidak terlalu tinggi, terlalu rendah. 
a. Rasio perputaran persediaan (inventory turn over ratio)
b. Rasio Periode Penagihan Rata-Rata (Day Sales Outstanding – DSO) 
c. Rasio Perputaran Aktiva Tetap (fixed assets turn over ratio) 
d. Rasio Peruputaran Total Aktiva (total assets turnover ratio)
3. Rasio Manajemen Utang
Pembiayaan perusahaan bisa bersumber dari dua pihak; pembiayaan internal atau  pembiayaan dari pihak luar (kreditur) melalui utang. Pembiayaan dengan utang atau  sering disebut leverage memiliki dampak yang serius bagi perusahaan jika  perusahaan ingin mendapatkan tambahan modal melalui utang. Calon kreditur pasti  akan sangat-sangat memperhatikan rasio-rasio ini.
a. Rasio Total Utang terhadap Total Aktiva (debt ratio) 
b. Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga (time-interest-earned – TIE) 
c. Rasio Cakupan Beban Tetap (fixed charge coverage ratio)
4. Rasio Profitabilitas
Profitabilitas atau laba adalah hasil dari serangkaian kebijakan dan keputusan. Hasil  dari penerapan strategi perusahaan dalam mencapai tujuannya. Rasio profitabilitas ini  menunjukkan pengaruh gabungan dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang  terhadap hasil operasi.
a. Marjin Laba Atas Penjualan
b. Rasio BEP (Basic Earning Power) 
c. Pengembalian atas Total Aktiva (ROA – Return on Asset)
5. Rasio Nilai Pasar (Market Value Ratio) 
Rasio nilai pasar memberikan manajemen petunjuk mengenai apa yang akan  dipikirkan investor mengenai kinerja perusahaan pada suatu periode serta prospek  perusahaan tersebut pada periode yang akan datang. Jika rasio likuiditas, manajemen  aktiva, manajemen hutang, dan rasio profitabilitas perusahaan baik, maka rasio nilai  pasarnyapun akan menjadi tinggi. Lebih jauh, harga saham perusahaanpun akan  setinggi nilai yang diharapkan.
a. Rasio Harga-Laba (price-earning ratio)
b. Rasio Nilai Pasar/Buku (market/book ratio) 

METODE DAN TEKNIK ANALISA
Metode dan teknik analisa digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos – pos yang ada dalam laporan, sehingga dapat diketahui perubahan – perubahan dari masing – masing pos tersebut bila diperbandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk satu perusahaan tertentu, atau diperbandingkan dengan alat – alat pembanding lainnya. Tujuan dari setiap metode dan teknik analisa adalah untuk menyederhanakan data sehingga dapat lebih dimengerti. Ada dua metode yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan, yaitu analisa horisontal dan analisa vertikal.
a. Analisa horisontal adalah analisa yang menggunakan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode ini disebut metode analisa dinamis. 
b. Analisa vertikal adalah laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja.

Selasa, 21 Januari 2014

peran potensial informasi strategis dalam memberikan keuntungan bagi perusahaan



Sistem Informasi Manajemen (SIM)



peran potensial informasi strategis dalam memberikan keuntungan bagi perusahaan


NAMA      : Try Oktavia

NPM          : 48211615

TUGAS     : Tugas 6

KELAS      : 3DA01






UNIVERSITAS GUNADARMA



Pendahuluan

Informasi sangat berperan penting di dalam suatu perusahaan untuk mendukung kelangsungan perusahaannya.Jika perusahaan kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.

Tujuan utama dari perusahaan adalah untuk memelihara operasi yang menghasilkan keuntungan, sehingga ia dapat terus memberikan produk dan pelayanan (barang dan jasa) yang dibutuhkan oleh pelanggannya. Perusahaan harus menjalankan tujuannya tersebut dalam kendala yang diakibatkan oleh lingkungan.walaupun semua elemen dapat mengakibatkan terjadinya kendala, namun yang paling kelihatan adalah yang datangnya dari pesaing. Pesaing secara aktif berusaha untuk menyaingi keberhasilan perusahaan tersebut.

Teknologi Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut 
1.      Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.
2.      Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.
3.      Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifikPerusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.



Pembahasan

Definisi Manajemen Sumber Informasi
IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.
Tipe-tipe dari sumber informasi
Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware.
 Informasi sebagai sumber strategis
Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif. Caranya : Dengan memfokuskan pada pelanggan & membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya.
Corporate Information Management (CIM)  adalah suatu sistem berbasis komputer yang dapat melakukan semua tugas akuntansi standar bagi semua unit organisasi secara terintegrasi dan terkoordinasi. CIM Merupakan Platform teknologi yang bisa menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu informasi secaralogical, sehingga perusahaan/organisasi mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah.


Peran Potensial Informasi Strategis Dalam Memberikan Keuntungan Bagi Perusahaan

Informasi Strategis digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi eksternal (tindakan pesaing, langganan), rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
Informasi strategis sangat memiliki peranan penting dalam perusahaan untuk memperoleh keuntungan.Agar informasi strategis dapat bersaing secara kompetitif,maka dibutuhkan sistem informasi strategisistem Informasi Strategis (SIS) adalah dukungan terhadap sistem yang ada dan membantu dalam mencapai keunggulan kompetitif atas pesaing organisasi dalam hal adalah tujuan.Sistem Informasi dapat mempengaruhi aktivitas bisnis perusahaan secara keseluruhan sehingga dapat membantu perusahaan dalam persaingan bisnis dengan perusahaan lainnya.
Sistem informasi strategis tentunya memiliki suatu rencana strategis berupa rencana strategis sumber daya informasi (Strategic Plan for Information Resources-SPIR) yang telah dikembangkan untuk mendukung Rencana Strategis Organisasi dengan menggabungkan dan menerapkan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan strategis. sebuah organisai juga akan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam bidang system informasi, keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage).
Ingat bahwa para pimpinan organisasi menggunakan sumber daya virtual sekaligus juga fisik dalam memenuhi tujuan-tujuan strategis perusahaan. Pada manajerial yang tertinggi –tingkat perencanaan strategis- sistem informasi dapat digunakan untuk mengubah arah sebuah organisasi dalam mendapatkan keunggulan strategisnya. Keunggulan strategis (strategic advantage) adalah keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi organisasi. Sistem informasi dapat digunakan untuk menciptakan suatu keunggulan strategis. Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan organisasi, namun tetap masih terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dpat mencapai suatu strategi yang menyadari arti penting dari keamanan.
  Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan Manajemen

Sistem informasi manajemen atau SIM (management information system) adalah sistem informasi yang dirancang untuk menyediakan informasi akurat, tepat waktu, dan relevan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh para manajer. Konsep SIM adalah meniadakan pengembangan yang tidak efisien dan penggunaan komputer yang tidak efektif. Konsep SIM sangat penting untuk sistem informasi yang efektif dan efisien oleh karena:
1.      Menekankan pada orientasi manajemen (management orientation) dari pemrosesan informasi pada bisnis yang bertujuan mendukung pengambilan keputusan manajemen (management decision making).
2.      Menekankan bahwa kerangka sistem (system framework) harus digunakan untuk mengatur penggunaan sistem informasi.


Penggunaan sistem informasi pada bisnis harus dilihat sebagai suatu integrasi dan berhubungan, tidak sebagai proses yang berdiri sendiri. Secara garis besar SIM terdiri dari 3 macam, yaitu (1) information reporting systems, (2) decision support systems, dan (3) executive information systems.

1. Information Reporting Systems

Information reporting systems (IRS) menyediakan informasi produk bagi manajerial end users untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan dari hari ke hari. Akses data IRS berisi informasi tentang operasi internal yang telah diproses sebelumnya oleh transaction processing systems. Informasi produk memberi gambaran dan laporan yang dapat dilengkapi (1) berdasarkan permintaan, (2) secara periodik, atau (3) ketika terjadi situasi pengecualian. Sebagai contoh, manajer penjualan dapat menerima laporan analisa penjualan setiap minggunya untuk mengevaluasi hasil penjualan produk.

2. Decision Support Systems

Decision support systems (DSS) merupakan kemajuan dari information reporting systems dan transaction processing systems. DSS adalah interaktif, sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end users. Sebagai contoh, program kertas kerja elektronik memudahkan manajerial end user menerima respon secara interaktif untuk peramalan penjualan atau keuntungan.


3. Executive Information Systems

Executive information systems (EIS) adalah tipe SIM yang sesuai untuk kebutuhan informasi strategis bagi manajemen atas. Tujuan dari sistem informasi eksekutif berbasis komputer adalah menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi selektif tentang faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen atas. Jadi EIS harus mudah untuk dioperasikan dan dimengerti.

4. Expert Systems

Expert systems (sistem pakar) merupakan salah satu aplikasi artificial intelligence (AI) yang paling banyak digunakan. Expert systems (ES) adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang menggunakan pengetahuannya untuk bertindak sebagai konsultan ahli dalam area yang spesfik kepada pengguna. ES telah digunakan dalam berbagai bidang seperti kedokteran, teknik, ilmu fisika, dan bisnis. Sebagai contoh, ES digunakan untuk mendiagnosa penyakit, pencarian mineral, menganalisa senyawa kimia, dan perencanaan keuangan.

5. End User Computing Systems

End user computing (EUC) systems adalah sistem informasi berbasis komputer yang secara langsung mendukung aplikasi operasional dan manajerial oleh end users. Dalam EUC systems, end user menggunakan stasiun kerja mikrokomputer dan bermacam perangkat lunak untuk mendapatkan kembali informasi, pendukung keputusan, dan pengembangan aplikasi. Sebagai contoh, pengguna dapat megirim surat elektronik, menggerakkan model analitik, atau membangun aplikasi bisnis yang baru.

Sistem informasi dapat memainkan peran yang besar dalam mendukung tujuan strategis dari sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan dapat bertahan dan sukses dalam waktu lama jika perusahaan itu sukses membangun strategi untuk melawan kekuatan persaingan yang berupa
1.      persaingan dari para pesaing yang berada di industri yang sama,
2.      ancaman dari perusahaan baru,
3.      ancaman dari produk pengganti,
4.      kekuatan tawar-menawar dari konsumen, dan
5.      kekuatan tawar-menawar dari pemasok.

Kesimpulan
Suatu strategi yang telah terkenal adalah penetapan atau pembangunan pusat informasi, ini merupakan pemecahan yang dapatdiimplemestasikan dengan cepat, namun hal ini harus diikuti oleh perubahan-perubahan yang mendasar dari sifat-sifat yang telah permanen. Sutu contoh perubahan yang mendasar ini adalahbahwa pelayanan informasi melepaskan tugas sebagai pemrosesan dan ia diberi tugas khusus untuk mengontrol jaringan. Pada bagian dibawah ini, kita akan membahas dua strategi tersebut.
Manager harus berinisiatifmengidentifikasi jenis sistem  yang dapat dijadikan sebagai keunggulan strategis bagi organisasinya.Walaupun beberapa industri sudah melangkah maju namun sebagian besar masih tertinggal.Alasannya masih cukup sederhana yakni teknologi informasi yang ada tidak layak diterapkan ke perusahaan.

Daftar Pustaka


Minggu, 05 Januari 2014

Peranan Sistem Informasi Manajemen Dan Sistem Informasi Organisasi Dalam Pemecahan Masalah



Sistem Informasi Manajemen (SIM)



Peranan Sistem Informasi Manajemen Dan Sistem Informasi Organisasi Dalam Pemecahan Masalah



NAMA      : Try Oktavia

NPM          : 48211615

TUGAS     : Tugas 5

KELAS      : 3DA01






UNIVERSITAS GUNADARMA

Pendahuluan

Sistem adalah himpunan sesuatu yang berwujud atau abstrak yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan dan secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Sistem Informasi adalah suatu rangkaian informasi yang di dalamnya terdiri dari bagian-bagian informasi yang berhubungan atau saling berketergantungan satu sama lain.
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah suatu sistem yang biasanya diterapkan dalam suatu organsasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan informasi yang dihasilkan dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen atau dengan kata lain teknik pengelolaan informasi dalam suatu organisasi.




Pembahasan
SIM ini mempunyai peranan yang sangat penting di dalam suatu organisasi. Karena sangat mempengaruhi terhadap maju mundurnya sebuah organisasi. Setiap organisasi baik itu organisasi yang besar maupun yang kecil pasti mempunyai sistem informasi yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan masalah yang terjadi pada organisasi tersebut.
Sekarang ini, penerapan SIM dalam suatu organisasi pasti akan melibatkan penggunaan komputer untuk membantu mengolah data yang ada untuk menjadi informasi yang dibutuhkan.
Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
1.      Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
2.      Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
1.      Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.
2.      Organisasi Garis dan Staf
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.
3.      Organisasi Fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
4.      Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.

Pengertian dan Fungsi Organisasi
Fungsi pengorganisasian berkaitan erat dengan fungsi perencanaan, karena pengoganisasian pun harus direncanakan. Pengertian pengoganisasian dan organisasi berbeda. Pengoganisasian adalah fungsi manajemen dan merupakan suatu proses yang dinamis, sedangkan organisasi merupakan alat atau wadah yang statis. Pengoganisasian dapat diartikan penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan kepada setiap karyawan, penetapan departemen-departemen serta penentuan habungan-hubungan. Organizing berasal dari organize yang berarti menciptakan struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga hubunganya satu sama lain terikat oleh hubungan terhadap keseluruhanya. Organisasi diartikan menggambarkan pola-pola, skema bagan yang menunjukkan garis-garis perintah, kedudukan karyawan, hubungan-hubungan yang ada dan lain sebagainya.

Dalam mencapai maksud dan tujuan organisasi, ada 4 fungsi organisasi yang sangat perlu diperhatikan berkaitan dengan manajemen organisasi, yakni:

1. Planning (perencanaan)

Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi diantaranya dalah rencana-rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan, teknis pelaksanaannya bisa melalui rapat-rapat.
2. Organizing (pengaturan)
Dalam hal pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan & diwujudkan adalah :
Struktur Organisasi yang mampu menunjukkan bagaimana hubungan (relationship) antara organisasi/bagian/seksi yang satu dengan yang lain.
Job Description yang jelas yang mampu menjelaskan tugas masing-masing bagian.
Bentuk Koordinasi antar bagian dalam organisasi (misal. Rapat Koordinasi antar bagian, Rapat Pimpinan antar Organisasi, dll)
Penataan dan Pendataan Arsip & Inventaris Organisasi
Harus diatur dan ditata dengan baik administrasi organisasi, seperti surat masuk, surat keluar, laporan laporan, proposal keluar, data anggota, AD/ART, GBHK, presensi, hasil rapat, inventarisasi yang dimiliki, perangkat yang dipinjam dll.
3. Accounting (Pelaporan)
Pelaporan merupakan unsur wajib yang harus dilakukan untuk menunjukkan sikap & rasa tanggung jawab dari pengurus kepada anggotanya ataupun kepada struktur yang berada diatasnya.
4. Controling (pengawasan)
Tugas organisasi ataupun pimpinan organisasi yang tidak boleh terlewatkan adalah melakukan pengawasan terhadap aktifitas organisasi ataupun realisasi kegiatan dan penggunaan anggaran

PERANAN SIO(Sistem Informasi Organisasi)
Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan, yaitu tindakann memilih alternative  tindakan.  Keputusan adalah tindakan tertentu yang di pilih. Biasanya pemecahan masalah akan membutuhkan beberapa keputusan.
1.      Peranan Interpersonal
·         Figur Pimpinan: Manajer melakukan tugas-tugas seremonial, seperti memberikan tur ke fasilitas bagi tamu yang berkunjung.
·         Pimpinan: Manajer memelihara unitnya dengan memperkerjakan dan melatih staf serta memberikan motivasi dan semangat.
·         Hubungan: Manajer melakukan kontak dengan orang-orang diluar unit manajer itu sendiri (sesama manajer dan pihak lain di dalam lingkugan unit) dengn tujuan menjalankan urusan-urusan bisnis.
2.      Peranan Informasional
·         Monitor: Manajer terus mencari informasi yang berisa kinerja unitnya.
·         Desimenator: Manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak lain di dalam unitnya.
·         Juru Bicara: Manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak diluar unit(atasan dan orang-orang di dalam lingkungan).
3.      Peranan Keputusan
·         Wirausaha: Manajer melakukan perbaikan yang permanen terhadap unit, seperti mengubah struktur organisasi.
·         Penanganan Gangguan: Manajer memberikan reaksi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak  di antisipasi sebelumnya, seperti devaluasi mata uang di Negara-negara asing di mana perusahaan memiliki operasi.
·         Pengalokasi Sumber Daya: Manajer mengendaikan kas unitnya, menentukan berbagai sub unit mana akan menerima sumber daya apa.
·         Negosiator: Manajer menyelesaikan perselisihan yang terjadi di dalam unit dan antara unit dengan lingkungannya.


Sistem Informasi Manajemen Dalam Pemecahan Masalah
Ada 2 dasar yaitu :
a.   Sumber Daya Informasi Seorganisasi
Sistem Informasi Manajemen adalah suatu cara organisasi untuk menyediakan informasi dalam rangka pemecahan masalah. Sistem tersebut format dari para eksekutif untuk menyediakan computer sebagai lat bantu bagi manajer untuk memecahkan masalah.
b.   Identifikasi dan Pemahaman Masalah
Ide utama dibalik Sistem Informasi Manajemen adalah menjaga agar pasokan informasi mengalir terus ke manajer.

Kesimpulan

Sistem Informasi Manajemen dalam pemecahan masalah ada 2 dasar yaitu,:
1.  Sumber Daya Informasi Seorganisasi
Sistem Informasi Manajemen adalah suatu cara organisasi untuk menyediakan informasi dalam rangka pemecahan masalah. Sistem tersebut merupakan suatu komitmen format dari para eksekutif untuk menyediakan komputer sebagai alat bantu bagi manajer untuk memecahkan masalah.
2.  Identifikasi dan Pemahaman Masalah
Ide utama dibalik S.I.M adalah menjaga agar pasokan informasi mengalir terus ke manajer.
Sistem Informasi Manajemen
Suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa.

Daftar Pustaka
http://deryfirmansyah09.blogspot.com/2011/12/bab-7-sistem-informasi-berbasis.html#!/2011/12/bab-7-sistem-informasi-berbasis.html