Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Peranan Manajer dalam Pengelolaan Manajemen Informasi
NAMA : Try Oktavia
NPM : 48211615
TUGAS : Tugas 1
KELAS : 3DA01
UNIVERSITAS GUNADARMA
Pendahuluan
Pada
awalnya, pemakai output komputer pada perusahaan adalah pegawai administrasi di
bagian akuntansi, yang komputernya melaksanakan aplikasi seperti pembayaran
gaji pegawai, pengelolaan persedian (inventory control), dan penagihan. Empat jenis sumber daya yang
pertama merupakan sumber daya fisik karenamemiliki wujud, sedangkan
informasi adalah sumber daya konseptual. Para manajer menggunakan sumber daya
konseptual untuk mengelola sumber daya fisik agar dapat digunakan dengan cara
yang paling efektif.Manajer memastikan bahwa
data mentah akan diproses secara optimal agar diperoleh informasi yang berguna. Manajer
memastikan orang yang layak dalamorganisasi menerima informasi dalam bentuk
yang tepat dan saat yang tepat agar dapat dimanfaatkan, kemudian
manajer mengganti informasi yang tidak berguna danmenggantikannya dengan
informasi yang baru dan akurat.
Pembahasan
Ketika perusahaan-perusahaan
menjangkau konsep SIM, mereka mulai mengembangkan berbagai aplikasi yang secara
khusus diarahkan untuk mendukung manajer. Namun, bukan hanya manajemen yang
memperoleh manfaat dari penerapan SIM. Non-manajer dan staf ahli juga
menggunakan outputnya. Selain itu juga dimanfaatkan oleh para pemakai yang
berada di luar perusahaan, yaitu para pelanggan akan menerima faktur dan
laporan transaksinya, para pemegang saham akan menerima cek deviden, dan
pemerintah akan menerima laporan
pajak.
Dengan demikian secara ringkas para pengguna dan pelaku sistem informasi
meliputi :
·
Manajer
·
Non-manajer
·
Orang dan unit organisasi yang ada dalam
organisasi dan lingkungannya.
Manajer
adalah seorang yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian pada suatu
perusahaan atau organisasi. Manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi
pekerjaan yang mengepalai beberapa. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin
cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada perusahaan atau
organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer umum
yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.
Tingkatan manajer
Semua manajer melaksanakan
fungsi-fungsi yang sama dan memainkan peran yang sama. Adapun fungsi-fungsi
manajemen yang dilakukan oleh Henry Fayoll yang merupakan seorang ahli teori
manajemen perancis antara lain:
1. Perencanaan (Planning ) yaitu
bagian-bagian yang akan membuat suatu rencana yang akan dilakukan.
2. Penataan atau pengorganisasian
(Organizing) adalah bagian pelaksana untuk mencapai rencana tersebut.
3. Penyusunan Staf (Staffing) yaitu
organisasi dengan sumber daya yang diperlukan.
4. Pengarahan (Directing) yaitu bagian
yang mengarahkan untuk melakukan rencana tersebut.
5. Pengawasan (Controlling) yaitu
bagian yang mengawasi, mengendalikan, dan menjaga agar organisasi beroperasi
secara optimal.
Pada
organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer
puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya
digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di
bagian bawah daripada di puncak). Berikut ini adalah tingkatan manajer mulai
dari bawah ke atas:
1. Manejemen lini pertama (first-line management),
dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen
tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan
non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia
(supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor,
manajer departemen, atau mandor (foreman).
2. Manajemen tingkat menengah (middle management),
mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan
manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang
termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer
pabrik, atau manajer divisi.
3. Manajemen puncak (top management),
dikenal pula dengan istilah executive officer. Bertugas merencanakan
kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya
perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief
Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief
Financial Officer).
Keahlian
Manajemen
Tidak semua orang bisa menjadi
seorang manajer. Beberapa keterampilan,
atau kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam tindakan yang
menghasilkan kinerja yang diinginkan, diperlukan untuk membantu karyawan lain
menjadi lebih produktif.
Seorang manajer yang berhasil banyak
memiliki keahlian, tetapi ada dua yang mendasar yaitu komunikasi dan pemecahan
masalah.
Keahlian
komunikasi
Tidak semua orang bisa menjadi seorang manajer. Beberapa keterampilan, atau kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam tindakan yang menghasilkan kinerja yang diinginkan, diperlukan untuk membantu karyawan lain menjadi lebih produktif. Keterampilan ini jatuh di bawah kategori berikut: Manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam bentuk lisan dan tertulis. Komunikasi tertulis meliputi laporan, surat, memo, e-mail dan terbitan berkala. Komunikasi lisan terjadi saat rapat, menggunakan telpon,voice mail,meninjau fasilitas, makan bisnis, dan kunjungan sosial.
Tidak semua orang bisa menjadi seorang manajer. Beberapa keterampilan, atau kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam tindakan yang menghasilkan kinerja yang diinginkan, diperlukan untuk membantu karyawan lain menjadi lebih produktif. Keterampilan ini jatuh di bawah kategori berikut: Manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam bentuk lisan dan tertulis. Komunikasi tertulis meliputi laporan, surat, memo, e-mail dan terbitan berkala. Komunikasi lisan terjadi saat rapat, menggunakan telpon,voice mail,meninjau fasilitas, makan bisnis, dan kunjungan sosial.
Keterampilan
lain yang dibutuhkan oleh manajer
1. Teknis
Skill ini membutuhkan kemampuan
untuk menggunakan kemampuan khusus atau keahlian untuk melakukan tugas-tugas
tertentu. Akuntan, insinyur, peneliti pasar, dan ilmuwan komputer, sebagai
contoh, memiliki keterampilan teknis. Manajer memperoleh keterampilan ini
awalnya melalui pendidikan formal dan kemudian mengembangkan mereka melalui
pelatihan dan pengalaman kerja. Keterampilan teknis yang paling penting di
tingkat bawah manajemen.
2.
Manusia
Keterampilan ini menunjukkan kemampuan untuk bekerja dengan
baik dalam kerjasama dengan orang lain. Keterampilan manusia muncul di tempat
kerja sebagai semangat kepercayaan, semangat, dan keterlibatan tulus dalam
hubungan interpersonal. Seorang manajer dengan keterampilan manusia yang baik
memiliki tingkat tinggi kesadaran diri dan kemampuan untuk memahami atau
berempati dengan perasaan orang lain. Beberapa manajer secara alami lahir
dengan keterampilan manusia yang besar, sementara yang lain meningkatkan keterampilan
mereka melalui kelas atau pengalaman. Tidak peduli seberapa keterampilan
manusia yang diperoleh, mereka penting bagi semua manajer karena sifat yang
sangat interpersonal pekerjaan manajerial.
3.
Konseptual
Keterampilan
ini panggilan untuk kemampuan untuk berpikir analitis. Keterampilan analitis
memungkinkan para manajer untuk memecah masalah menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil, untuk melihat hubungan antara bagian-bagian, dan untuk mengenali
implikasi dari masalah satu untuk orang lain. Sebagai manajer memikul tanggung
jawab yang semakin tinggi dalam organisasi, mereka harus berurusan dengan
masalah ambigu lebih yang memiliki konsekuensi jangka panjang. Sekali lagi,
manajer dapat memperoleh keterampilan ini awalnya melalui pendidikan formal dan
kemudian mengembangkan mereka dengan pelatihan dan pengalaman kerja. Semakin
tinggi tingkat manajemen, keterampilan konseptual menjadi lebih penting.
Meskipun ketiga kategori mengandung
keterampilan yang penting bagi manajer, kepentingan relatif mereka cenderung
bervariasi dengan tingkat tanggung jawab manajerial.
Bisnis dan manajemen pendidik semakin tertarik dalam membantu orang memperoleh teknis, ketrampilan manusia, dan konseptual, dan mengembangkan kompetensi spesifik, atau keterampilan khusus, yang berkontribusi terhadap kinerja yang tinggi dalam tugas manajemen. Berikut ini adalah beberapa keterampilan dan karakteristik pribadi yang Majelis Amerika Collegiate Sekolah Bisnis (AACSB) mendesak sekolah-sekolah bisnis untuk membantu siswa mereka mengembangkan.
Bisnis dan manajemen pendidik semakin tertarik dalam membantu orang memperoleh teknis, ketrampilan manusia, dan konseptual, dan mengembangkan kompetensi spesifik, atau keterampilan khusus, yang berkontribusi terhadap kinerja yang tinggi dalam tugas manajemen. Berikut ini adalah beberapa keterampilan dan karakteristik pribadi yang Majelis Amerika Collegiate Sekolah Bisnis (AACSB) mendesak sekolah-sekolah bisnis untuk membantu siswa mereka mengembangkan.
1.
Kepemimpinan
kemampuan untuk mempengaruhi orang
lain untuk melakukan tuga.
2.
Self-objektivitas
kemampuan untuk mengevaluasi diri
sendiri secara realistis.
3.
Analytic
berpikir
kemampuan untuk menafsirkan dan
menjelaskan pola dalam informasi.
4.
Perilaku
fleksibilitas
kemampuan untuk memodifikasi
perilaku pribadi untuk bereaksi obyektif ketimbang subyektif untuk mencapai
tujuan organisasi.
5.
Oral
komunikasi
Kemampuan untuk mengekspresikan
ide-ide secara jelas dalam kata-kata.
6.
Ditulis
komunikasi
Kemampuan untuk mengekspresikan
ide-ide jelas secara tertuli.
7.
Dampak
pribadi
Kemampuan untuk menciptakan kesan
yang baik dan menanamkan kepercayaan.
Robert
L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan
bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga
keterampilan tersebut adalah:
1. Keterampilan konseptual (conceptional skill).
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk
membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuanorganisasi.
Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi
suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses
penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut
sebagaiproses perencanaan atau planning. Oleh karena
itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana
kerja.
2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity
skill). Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan
keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain,
yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus
selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan
komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan
merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan.
Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas,
menengah, maupun bawah.
3. Keterampilan teknis (technical skill).
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang
lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan
suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki
mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky
W. Griffin menambahkan dua
keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
1. Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan
seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana.
Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004,
sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa
ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji
Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana
dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan
perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil
dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset
berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi
produktivitas perusahaan.
2. Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan
menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah
yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top
manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan.
Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai
alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus
mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang
dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan
alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap
berada di jalur yang benar.
Kesimpulan
Keterampilan lain yang dibutuhkan Manajer, antara
lain:
·
Teknis
Skill ini membutuhkan kemampuan
untuk menggunakan kemampuan khusus atau keahlian untuk melakukan tugas-tugas
tertentu.
·
Manusia
Keterampilan manusia muncul di
tempat kerja sebagai semangat kepercayaan, semangat, dan keterlibatan tulus
dalam hubungan interpersonal. Seorang manajer dengan keterampilan manusia yang
baik memiliki tingkat tinggi kesadaran diri dan kemampuan untuk memahami atau
berempati dengan perasaan orang lain.
·
Konseptual
Keterampilan ini panggilan untuk
kemampuan untuk berpikir analitis.
Karakteristik manajer, diantaranya:
·
Kepemimpinan
kemampuan untuk mempengaruhi orang
lain untuk melakukan tuga.
·
Self-objektivitas
kemampuan untuk mengevaluasi diri sendiri
secara realistis.
·
Analytic
berpikir
kemampuan untuk menafsirkan dan
menjelaskan pola dalam informasi.
·
Perilaku
fleksibilitas
kemampuan untuk memodifikasi
perilaku pribadi untuk bereaksi obyektif ketimbang subyektif untuk mencapai
tujuan organisasi.
·
Oral
komunikasi
Kemampuan untuk mengekspresikan
ide-ide secara jelas dalam kata-kata.
·
Ditulis
komunikasi
Kemampuan untuk mengekspresikan
ide-ide jelas secara tertulis.
·
Dampak
pribadi
Kemampuan
untuk menciptakan kesan yang baik dan menanamkan kepercayaan
Saran
Selama
penelitian yang dilakukan oleh peneliti ada beberapa saran yang bisa menjadi
masukan yaitu:
1. Manajer
seharusnya bisa mengontrol apa saja yang dilakukan oleh anggota lainnya
sehingga dengan begitu manajer secara langsung dapat mengetahui perkembangan yang
terjadi dan tidak dilepas begitu saja.
2. Manajer seharusnya bisa membimbing dan
mengarahkan dengan baik sehingga organisasi yang dipimpinnya bisa berkembang
dan menjadi lebih baik sesuai yang diharapkan.
3. Jika
salah seorang dalam organisasi melakukan kesalahan maka segera ditindak dan
diarahkan untuk tidak melakukannya sampai terulang kembali.
Daftar pusaka
Modul1SIM
Universitas Gunadarma
http://rey-reycanzy.blogspot.com/2012/07/a.html